Sudah mampukah kita mengalahkan “AKU” ?
Belum. “AKU” begitu perkasa dan begitu dalam mengakar dalam diri kita.
Maka sesudah bisa menjalani 5 (lima) Laku pembersih raga, kita masih memerlukan bantuan Sarana Gaib, untuk mengalahkan “AKU”
Sarana Gaib IV yang anda perlukan.
S I N G K I R – Sarana Gaib IV
“Singkir” ini, gunanya untuk menipiskan “AKU” dengan segala sifatnya, termasuk angkara murka dalam diri kita sendiri.
Kata-kata “Singkir" :
Gusti Ingkang Moho Suci,
kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti Ingkang Moho Suci;
Sirolah, Dhatolah, Sipatolah;
Kulo sejatine satriyo / wanito;
Hananiro – hananingsun;
Wujudiro – wujudingsun;
Siro sirno mati dhening satriyo / wanito sejati;
Ketiban idhuku putih, sirno layu dhening (Asmo).
Pada saat-saat senggang, kalau pikiran anda sedang jernih dan tenang, berlatihlah menggunakan “Singkir” ini.
Makin lama, “AKU” di diri anda akan makin menipis.
Ini akan memudahkan anda menjalani laku, karena “AKU”-lah biasanya yang selalu menentang, melawan kehendak Hidup, kalau mau anda lakukan. “AKU” selalu tampil dengan berbagai dalih dan alasan, agar anda batal menjalankan karsanya Hidup.
Sampai dimana Laku anda sekarang :
Bangun tidur “Kunci”, mau tidur “kunci”, ada apa-apa “Kunci, tidak ada apa-apa “Kunci”.
Mau berbuat / melakukan apa saja Mijil dulu. Sesudah Mijil, selalu melaksanakan karsanya ingsun (Hidup). Kalau bertentangan dengan kehendak “AKU”, maka kehendak “Aku” yang dikalahkan.
Selalu Sabar, Narimo, Ngalah, Tresno welas asih dan Ikhlas, dibantu “Singkir” mampu menipiskan “AKU” dalam diri sendiri.
|